Showing posts with label friendship. Show all posts
Showing posts with label friendship. Show all posts

Tuesday, September 16, 2008

|boredom buddies|

beberapa sore lalu, seorang teman tiba-tiba mem-buzz saya di YM.

dia : 'nit,ngupi-ngupi yuk' saya : 'hah tumben!ada apaan tiba2 ngajak ngupi2 bulan puasa gini?!' dia : 'lagi bosen nih' saya : 'bosen apaan?kerjaan ya?sama dong..' dia : 'semuanya deh nit...kerjaan,idup,pacar' saya : 'wah gawat! hayo atuh kita mesti buru2 ketemuan kalo gitu,sebelum lo bunuh diri' dia : 'enak aja!' (selanjutnya dia kita sebut saja dengan julukan mas X)

selepas pembicaraan singkat di YM itu,saya jadi kepikiran tentang dia,saya dan hubungan pertemanan kami. Dibilang temenan baik juga nggak, dibilang temenan biasa pun, saya dan dia seringkali curhat hal-hal pribadi. Orang lain (meskipun teman-teman dia banyak yang adalah teman saya juga) mungkin tidak mengira kalau kami 'dekat',mungkin itu juga ya hal yang membuat saya dan dia merasa nyaman berbagi cerita, karena kita nggak akrab-akrab banget.Dan karena orang lain pun kurang aware kalau ternyata kita akrab.
Lho kok gitu? pasti banyak yang ngerasa aneh dengan pernyataan saya barusan.
tapi entah kenapa, kadang saya merasa lebih nyaman bercerita dengan teman yang ada diluar comfort zone saya (yang bisa saya percaya tentunya,pilih-pilih juga sih!). Kenapa? karena seburuk apapun cerita yang saya keluarkan dari hati saya, perlakuan mereka terhadap saya tidak akan langsung mempengaruhi zona nyaman saya. Lain halnya bila saya bercerita kepada sahabat-sahabat terdekat saya, apabila saya bercerita ttg hal-hal aneh,depresif dan entah apa lagi, seringkali saya merasa agak 'sungkan'. Dalam artian,saya takut mereka bakal kepikiran banget tentang cerita saya itu, dan kadang kekhawatiran berlebihan dari sahabat-sahabat saya malah bikin saya merasa kurang nyaman.
Memang sih, pada akhirnya saya akan bercerita lebih banyak hal pribadi kepada sahabat-sahabat dekat saja (karena anyway,merekalah yang lebih tau background historis hidup saya,hehehe). Tetapi semakin saya dewasa, hal-hal yang diceritakan itu semakin saya pilah-pilah.
Dan inilah gunanya teman-teman 'jauh dimata dekat dihati' seperti mas X diatas. Dengan dia saya merasa ringan saja berkeluh kesah, saran-sarannya pun kadang lebih 'kena' di hati karena dia lebih bisa berbicara ceplas-ceplos tanpa tedeng aling-aling. Hal yang kadang sulit dilakukan oleh para sahabat dekat.
ah jadi tak sabar rasanya ketemu dia dan berbicara lagi tentang hal-hal sok filosofis.
terahir ketemu dia di Plasa Senayan sekitar dua tahun lalu...dan kala itu,empat jam habis untuk bicara saja. Kali ini gimana ya.....

Wednesday, February 20, 2008

|paket itu berisi kami..|



Malam ini akhirnya teman-teman baik gw semasa kuliah ngumpul lagi. Lumayan lengkap personelnya (minus Regi,Anin,Lola dan Anissa). Agendanya farewell Poppy yang besok lusa udah mesti pulang lagi ke Brunei, dan pre-bachelorette party-nya Dita yang akan menikah satu setengah minggu lagi.
Dua tahun terakhir ini, perkara ngumpulin temen-temen buat ngumpul jadi hal yang agak sulit dan bikin pusing. Yah, biasalah, ngatur jadwal ketemuan emang paling repot. Apalagi sejak semakin banyak yang udah nikah dan punya anak, makin susah lagi buat lulus 'sensor' suami dan anak,heheheeh. Belom lagi urusan kerjaan yang nggak bisa ditunda-tunda (seperti bang Regi yang nampaknya semakin syukses).

Nggak berasa udah lama juga kita temenan..dari mulai awal kuliah sampai sekarang, sudah hampir sepuluh tahun! Lucu juga kalo inget asal muasal kita mulai deket dan suka main bareng adalah karena kita disatukan oleh 'kemalasan'. Ketika mahasiswa-mahasiswa baru lain (yang adalah teman-teman kita juga) masih semangat untuk duduk di depan dan bermimpi lulus cum laude, kami malah berebut bangku di deretan belakang supaya bisa terkantuk-kantuk sementara dosen menerangkan, syukur-syuur kalo bisa sambil gosip-gosip kecil-kecilan. Belum lagi kesukaan yang berlebihan pada bangku-bangku kayu di kantin, sehingga sulit rasanya mengangkat pantat untuk segera beranjak menuju ruang kelas.
Saking seringnya bergerombol dalam formasi yang itu-itu juga, orang sering menjuluki kami 'paket arsitek' disingkat menjadi 'paket ars'. Awalnya julukan itu pernah bikin kita tersinggung, karena merasa konotasinya negatif, seolah-olah kita ini sengaja bikin geng (kita nggak suka istilah geng, kesannya...SMA banget gitu,hihihi) dan mengeksklusifkan diri. Tapi lama-lama nama itu diterima juga, dan pada akhirnya dicomot menjadi julukan resmi. Butuh identitas sih,hehehehe.
yah begitulah sejarah terbentuknya geng kami...semoga aja kami akan tetap langgeng berteman dan 'lancar jaya' (mengutip istilah jeng Poppy) meskipun para anggotanya sudah tersebar kemana-mana.
see you guys soon at Dheet's wedding!